Kamis, 24 Juni 2010

Kabupaten Bandung



Peta Kabupaten Bandung

Stadion Si Jalak Harupat - Soreang

Stasiun KA - Cicalengka

Malabar - Pangalengan

Curug Cinulang - Cicalengka

Situ Patengang - Ciwidey


Kabupaten Bandung, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Soreang. Secara geografis letak Kabupaten Bandung berada pada 6°,41’ – 7°,19’ Lintang Selatan dan diantara107°22’ – 108°5’ Bujur Timur dengan luas wilayah 176.239 ha.

Batas Utara Kabupaten Bandung Barat; Sebelah Timur Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut; Sebelah Selatan Kabupaten Garut dan Kabupaten Cianjur sebelah Barat Kabupaten Bandung Barat; di bagian Tengah Kota Bandung dan Kota Cimahi.

Kabupaten Bandung terdiri atas 31 kecamatan, 266 Desa dan 9 Kelurahan. Dengan jumlah penduduk sebesar 2.943.283 jiwa (Hasil Analisis 2006)(Hasil sensus 2010 mencapai 3,2 juta jiwa) dengan mata pencaharian yaitu disektor industri, pertanian, pertambangan, perdagangan dan jasa.

Sebagian besar wilayah Bandung adalah pegunungan. Di antara puncak-puncaknya adalah: Sebelah utara terdapat Gunung Bukittunggul (2.200 m), Gunung Tangkubanperahu (2.076 m) ( Wilayah KBB) di perbatasan dengan Kabupaten Purwakarta. Sedangkan di selatan terdapat Gunung Patuha (2.334 m), Gunung Malabar (2.321 m), serta Gunung Papandayan (2.262 m) dan Gunung Guntur (2.249 m), keduanya di perbatasan dengan Kabupaten Garut.

Wilayah Kabupaten Bandung beriklim tropis dipengaruhi oleh angina muson dengan curah hujan rata – rata berkisar antara 1500 sampai dengan 4000mm /tahun, suhu rata – rata berkisar antara 19°C sampai dengan 24°C.


Wisata Alam

Kawasan Wisata Alam dan Agrobisnis

Selain mempunyai potensi pemandangan alam yang indah, wilayah ciwidey, Pangalengan telah lama berkembang menjadi kawasan perkebunan. Daerah Ciwidey, Pangalengan bagian selatan.

Arahan pengambangan kawasan ini adalah :

1. Menggali potensi paket wisata yang dapat dijual
2. Penyediaan fasilitas penunjang kegiatan agrowisata
3. Pengendalian munculnya kawasan terbangunyang tidak sesuai arahan tata ruang, mengingat kawasan perkebunan ini juga berfungsi sebagai daerah hujan dan penyangga kawasan lindung


Kriteria kawasan pariwisata adalah :

1. Kawasan yang memiliki keindahan alam dan keindahan panorama
2. Kawasan yang memiliki bangunan peninggalan budaya dan mempunyai nilai sejarah yang tinggi.


Kawasan Pariwisata :

1. SKW Situ Patengan meliputi Situ Patengan, Perkebunan Rancabali, Ranca Upas, Air Panas Cimanggu, Kawah Putih, Arung Jeram Ciwidey, Kawah Cibuni, Perkebunan Gambung, Wisata Gunung Padang, Punceling

2. SKW Pangalengan meliputi Situ Cileunca, Perkebunan Teh Malabar, Kawah Papandayan, Tirta Kertamanah, Tirta Camelia, Air Panas Cibolang, Air Panas Citere, Bumi Perkemahan Gunung Puntang, Curug Siliwangi, Danau Ciharus, Mandala Wisata.

3. SKW Ujungberung meliputi Curug Cinulang, Arung Jeram Citarik, Bumi Perkemahan Batu Kuda, Bumi Perkemahan Oray Tapa.


Kabupaten Bandung terdiri atas 31 kecamatan, yang dibagi lagi menjadi 277 desa dan kelurahan (pasca-pemekaran). Pusat pemerintahan terletak di Kecamatan Soreang.


Pembagian Administratif

No. Kecamatan - Desa/Kelurahan - Jumlah

1. Arjasari - Ancolmekar, Arjasari, Baros, Batukarut, Lebakwangi, Mangunjaya, Mekarjaya, Patrolsari, Pinggirsari, Rancakole, Wargaluyu - 11

2. Baleendah - Andir, Baleendah, Bojongmalaka, Jalekong, Malakasari, Manggahang, Rancamanyar, Wargamekar - 8

3. Banjaran - Banjaran Wetan, Banjaran, Ciapus, Kamasan, Kiangroke, Margahurip, Mekarjaya, Neglasari, Pasirmulya, Sindangpanon, Tarajusari - 11

4. Bojongsoang - Bojongsari, Bojongsoang, Buahbatu, Cipagalo, Lengkong, Tegalluar - 6

5. Cangkuang - Bandasari, Cangkuang, Ciluncat, Jatisari, Nagrak, Pananjung, Tanjungsari - 7

6. Cicalengka - Babakanpeuteuy, Cicalengka Kulon, Cicalengka Wetan, Cikuya, Dampit, Margaasih, Nagrog, Narawita, Panenjoan, Tanjungwangi, Tenjolaya, Waluya - 12

7. Cikancung - Cihanyir, Cikancung, Cikasungka, Ciluluk, Hegarmanah, Mandalasari, Mekarlaksana, Srirahayu, Tanjunglaya - 9

8. Cilengkrang - Cilengkrang, Cipanjalu, Ciporeat,Girimekar, Jatiendah, Melatiwangi-6

9. Cileunyi - Cibiru Hilir, Cibiru Wetan, Cileunyi Kulon, Cileunyi Wetan, Cimekar, Cinunuk - 6

10. Cimaung - Campakamulya, Cikalong, Cimaung, Cipinang, Jagabaya, Malasari, Mekarsari, Pasirhuni, Sukamaju - 9

11. Cimenyan - Cibeunying, Ciburial, Cikadut, Cimenyan, Mandalamekar, Mekarmanik, Mekarsaluyu, Padasuka, Sindanglaya - 9

12. Ciparay - Babakan, Bumiwangi, Ciheulang, Cikoneng, Ciparay, Gunungleutik, Manggungharja, Mekar Laksana, Mekarsari, Pakutandang, Sarimahi, Serangmekar, Sigaracipta, Sumbersari - 14

13. Ciwidey Ciwidey, Lebakmuncang, Nengkelan, Panundaan, Panyocokan, Rawabogo, Sukawening - 7

14. Dayeuhkolot - Cangkuang Kulon, Cangkuang Wetan, Citeureup, Dayeuhkolot, Pasawahan, Sukapura - 6

15. Ibun - Cibeet, Dukuh, Ibun, Karyalaksana, Laksana, Lampegan, Mekarwangi, Neglasari, Pangguh, Sudi, Talun, Tanggulun - 12

16. Katapang - Banyusari, Cilampeni, Gandasari, Katapang, Pangauban, Sangkanhurip, Sukamukti 7

17. Kertasari Cibeureum, Cihawuk, Cikembang, Neglawangi, Santosa, Sukapura, Tarumajaya - 7

18. Kutawaringin - Buninagara, Cibodas, Cilame, Gajahmekar, Jatisari, Jelegong, Kopo, Kutawaringin, Padasuka, Pameuntasan, Sukamulya - 11

19. Majalaya - Biru, Bojong, Majakerta, Majalaya, Majasetra, Neglasari, Padamulya, Padaulun, Sukamaju, Sukamukti, Wangisagara - 11

20. Margaasih - Cigondewah Hilir, Lagadar, Margaasih, Mekar Rahayu, Nanjung,Rahayu-6

21. Margahayu - Margahayu Selatan, Margahayu Tengah, Sayati, Sukamenak, Sulaeman - 5

22. Nagreg -Bojong, Ciaro, Ciherang, Citaman, Mandalawangi, Nagreg - 6

23. Pacet - Cikawao, Cikitu, Cinanggela, Cipeujeuh, Girimulya, Mandalahaji, Maruyung, Mekarjaya, Mekarsari, Nagrak, Pangauban, Sukarame, Tanjungwangi - 13

24. Pameungpeuk Bojongkunci, Bojongmanggu, Langonsari, Rancamulya, Rancatungku, Sukasari - 6

25. Pangalengan - Banjarsari, Lamajang, Margaluyu, Margamekar, Margamukti, Margamulya, Pangalengan, Pulosari, Sukaluyu, Sukamanah, Tribaktimulya, Wanasuka, Warnasari - 13

26 Paseh - Cigentur, Cijagra, Cipaku, Cipedes, Drawati, Karangtunggal, Loa, Mekarpawitan, Sindangsari, Sukamanah, Sukamantri, Tangsimekar - 12

27. Pasirjambu - Cibodas, Cikoneng, Cisondari, Cukanggenteng, Margamulya, Mekarmaju, Mekarsari, Pasirjambu, Sugihmukti, Tenjolaya - 10

28. Rancabali - Alamendah, Cipelah, Indragiri, Patengan, Sukaresmi - 5

29. Rancaekek - Bojongloa, Bojongsalam, Cangkuang, Haurpugur, Jelegong, Linggar, Nanjungmekar, Rancaekek Kulon, Rancaekek Wetan, Sangiang, Sukamanah, Sukamulya, Tegalsumedang 13

30. Solokan Jeruk - Bojongemas, Cibodas, Langensari, Padamukti, Panyadap, Rancakasumba, Solokan Jeruk - 7

31. Soreang - Cingcin, Karamatmulya, Pamekaran, Panyirapan, Parungserab, Sadu, Sekarwangi, Soreang, Sukajadi, Sukanagara - 10



Sumber :
http://www.bandungkab.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=132&Itemid=221


Sumber Gambar:

http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bandung

http://www.bandungkab.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=132&Itemid=221

http://carisajayah.files.wordpress.com/2010/03/sijalak.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2752/4159651639_c65cfb74d5.jpg

http://pictures.maleber.net/img/1178641828_DSC_1499.JPG

http://westnu.files.wordpress.com/2008/10/curug.jpg

http://bandung-a-z.blogspot.com/2008/09/blog-post_13.html

Penambangan Emas Ilegal Marak di Kutawaringin

Penambangan emas di Desa Cibodas dan Desa Kutawaringin, Kec. Kutawaringin, Kab. Bandung, makin marak. Hal ini dipicu dari tingginya harga emas, namun tidak memperhatikan kerusakan lingkungan saat penambangan maupun pembuangan limbah merkuri.

Dari pantauan "PRLM", penambangan emas dilakukan secara tradisional dengan mengambil tanah di perbukitan Desa Cibodas maupun Desa Kutawaringin. Tanah tersebut dimasukkan ke dalam karung ukuran 30 Kg lalu diangkut ke tempat pengolahan yang berada di sepanjang aliran irigasi Leuwikuya.

Menurut seorang pekerja pengolahan, dari tiap karung bisa menghasilkan emas sekitar dua gram. "Pemisahan emas dari tanah dengan memakai merkuri. Limbah merkuri dibuang ke saluran air," kata seorang pekerja penambang emas asal Banten. (A-71/das)***


Catatan :

Kutawaringin adalah sebuah kecamatan di kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan Kutawaringin terbentuk dari hasil pemekaran kecamatan Soreang, berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 18 Tahun 2007 tanggal 12 Desember 2007.

Kecamatan Kutawaringin terletak di Perbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat dengan luas wilayah yang mencapai 3/4 dari luas wilayah Kecamatan Soreang sebelum terjadi pemekaran.

Kecamatan ini dibentuk dengan tujuan untuk menjadi "Bumper" bagi Soreang sebagai ibukota Kab. Bandung, mengingat selepas pemekaran Kab. Bandung, Kecamatan Soreang justru langsung berhadapan dengan wilayah Kabupaten lain (Kab. Bandung Barat).

Topografi wilayah ini cenderung berbukit-bukit di sebelah Barat, sedangkan kawasan timurnya adalah dataran pesawahan yang cukup luas membentang sampai ke lembah Sungai Ciwidey. Di Kecamatan Kutawaringin inilah terdapat Stadion kebanggaan masyarakat Kab. Bandung, yaitu Stadion Si Jalak Harupat.


Sumber :
http://www.pikiran-rakyat.com/node/111226
15 April 2010
http://id.wikipedia.org/wiki/Kutawaringin,_Bandung

Pasirjambu Siap Saingi Pesona Wisata Lembang


Pemkab Bandung, tengah mempersiapkan wilayah Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, sebagai wilayah pengganti kawasan agrikultur di Kecamatan Lembang yang saat ini menjadi bagian dari Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kecamatan yang berbatasan dengan Ciwidey dan Soreang itu akan disulap menjadi kawasan agrowisata dan pusat pengobatan alami. Bupati Bandung Obar Sobarna mengatakan, rencana revolusi kawasan alami secara besar-besaran tersebut sebagai bagian dariupaya pemkab untuk menghijaukan kembali kawasan daerah aliran sungai (DAS) Citarum. ”Kami akan menjadikan Pasir jambu sebagai pengganti Lembang.

Kawasan ini akan dijadikan daerah agrowisata di mana seluas 6,5 hektare lahannya siap dijadikan sebagai pusat tanaman obat-obatan,”ungkap Obar kepada wartawan,kemarin. Rencana perubahan kawasan Pasirjambu ini, lanjut Obar, merupakan satu paket dari revolusi alam di beberapa titik lainnya seperti wilayah Cikancung,Paseh dan Kecamatan Ibun yang rencananya akan dijadikan perkebunan sawit,jati dan kayu. (iwa ahmad sugriwa)



Sumber:
Harian Seputar Indonesia, Rabu 17 Desember 2008, dalam:
http://www.ahmadheryawan.com/lintas-kabupaten-kota/kabupaten-bandung/201-pasirjambu-siap-saingi-pesona-wisata-lembang-.html


Sumber Gambar:
http://matanews.com/wp-content/uploads/cimidey10005-529x443.jpg

Kawah Putih Ciwidey


Entah daya tarik apa yg membuat banyak orang kembali ke Kawah Putih Gunung Patuha, Ciwidey. Yang jelas dataran tinggi Bandung Selatan ini cantik. Begitu banyak inspirasi sudut2 gambar lahir dari bidikan kamera di kawah putih yang angker dan berwibawa ini.

Saat seorang pengembara Belanda bernama Junghun datang di abad 19, penduduk sekitar menyebutnya sebagai tempat dimana arwah para leluhur bersemayam, yg tidak seorangpun berada disana tanpa meregang nyawa, yang burung pun enggan terbang diatasnya. Pendapat tsb tidak sepenuhnya salah.

Benar bahwa Kawah Putih Gunung Patuha itu berwibawa, karena ketinggiannya dan kesunyiannya. Benar, bahwa Kawah putih itu angker, yang melulu karena fumarol belerang pekat yang harus diperhitungkan pada saat angin berhenti berputar.
Selebihnya Kawah Putih itu adalah tempat dimana titisan surga pernah diturunkan ke bumi, begitu anggun, tenang, menghanyutkan.

Bulan Juli Agustus temperature bisa turun serendah 10 derajat celcius pada siang hari dan 5 derajat celcius pada malam hari. Semilir angin membawa pergi kabut pekat uap belerang menjauh. Teriaklah kuat-kuat; konon akan diteruskan echo-nya oleh dinding-dinding padas ke surga. Berkeliling kawah pada saat musim kemarau cukup mudah dilakukan; mencari-cari sudut-sudut pandang terlupakan yang barangkali tercecer dari surga.

Pengunjung tak akan betah berlama-lama diterpa dinginnya angin gunung yang menyelinap ke tulang sumsum. Seruput bandrek di sebuah warung di tempat parkir mampu memberikan rasa hangat di tenggorokan yang kering.

Suasana keheningan di tempat itu akan membawa suasana rileks. Resonansi batin anda dengan alam sekitar mampu mengisi batere kehidupan terisi kembali.

Kawah putih Patuha bukanlah satu-satunya tempat yang patut diburu di Ciwidey. Banyak tempat lain disekitarnya yang menyimpan sejuta pesona buat yang mau bersusah payah mengejar surga yang tercecer.

Teringat bait lagu Katon Bagaskara, yg berkisah tentang suatu negeri di awan, yang
barangkali dimaksudkannya adalah – Kawah Putih, Ciwidey, 2300 mdpl.


Sumber :
http://jalanasik.com/content/view/134/31/
25 Juli 2008

Siapa yang Tahu Pangalengan?


Ayo siapa yang pernah berwisata ria ke Pangalengan?? Atau sama sekali belum tahu letaknya di mana??

Yupz, Pangalengan adalah sebuah kota kecil letaknya berada di selatan kota Bandung, suhunya dingin dan pemandangannya indah sekali. Pangalengan mungkin sejajar dengan Objek wisata Ciwidey, kalau dilihat dipeta, Pangalengan ini berada di selatan sedangkan Ciwidey berada agak sebelah barat daya dari Bandung. Pangalengan memang kalah pamor dengan Ciwidey, disamping sarana dan prasarana yang kurang memadai juga perhatian dari pemerintah seakan alakadarnya saja.


Pasti kita tahu dengan objek wisata Kawah putih, Ciwalini, Situ Patengan, Ranca Upas, dll. Daerah-daerah wisata Ciwidey yang sangat direkomendasikan. Oke balik lagi ke Pangalengan, Tidak kalah cantik pemandangannya kalau menurut saya dibanding dengan daerah-daerah wisata di Ciwidey. Kalau di Ciwidey ada Situ Patengan lalu di Pangalengan pun ada Situ Cileunca, juga ada perkebunan yang sangat asri di Pangalengan yaitu Perkebunan Teh Malabar . Wisata petik strawberi, pemandian air panas alami, dan rafting menambah indahnya berwisata ke Pangalengan.


Jalur transportasi kendaraan umum dari Bandung dapat dinikmati dari terminal Tegal Lega arah Dayeuh Kolot dan Banjaran atau ke arah Kopo waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan. Kalau naik kendaraan pribadi disarankan memakai jalur Kopo – Banjaran untuk menghindari macet di sekitar daerah Dayeuh Kolot. Banjir pun akan jadi halangan di jalur Dayeuh Kolot, musim hujan seperti sekarang ini daerah-daerah langganan banjir yaitu di Cieunteung, Bale Endah dan sekitarnya selalu tergenang.


Jalan yang berkelak-kelok menuju Pangalengan ditambah indahnya pegunungan dan hamparan sawah serasa merasuk ke dalam seluruh tubuh. Di sebelah kanan jalan terlihat PLTA Lamajan dengan tangganya yang fenomenal dinamakan ‘tangga seribu’, jelas terlihat dengan anak tangga berwarna kuning. Entah siapa yang pernah menghitung satu-persatu saya pun tidak tahu, tapi betul kalau dilihat-lihat sangat curam dan menjulang. Terus melaju menuju arah Pangalengan ada Gunung kembar tiga juga sebelah kanan jalan yaitu disebut ‘Gunung Tilu’ (dalam bahasa Indonesia berarti Gunung tiga karena hanya ada tiga tumpukan gunung yang mencolok di antara gunung-gunung yang lain).


Setelah sampai Pangalengan kayaknya kurang pas kalau belum mencicipi makanan khas yaitu dodol susu dan susu KPBS Pangalengan. Pokoknya nikmat suasana Pangalengan yang asri, hijau dan sangat sejuk. Perkebunan teh Malabar merupakan perkebunan yang sangat ramai dikunjungi, apalagi hari sabtu dan minggu banyak pasangan muda mudi yang sekedar nongkrong-nongkrong, jalan-jalan, makan-makan, juga tak ketinggalan ajang balapan liar semakin meramaikan suasana perkebunan nan indah.(tepatnya bising sih). Konon Perkebunan Malabar termasuk perkebunan teh tertua peninggalan Belanda, bangunan-bangunan khas Belanda masih banyak dijumpai disekitar daerah ini, kebanyakan bangunan pabrik dan rumah-rumah tua di sekitar perkebunan. Ketika malam kesan angker pun masih terasa di sekitar pabrik-pabrik tua peninggalan belanda.

Saya jadi berpikir tempat ini kayaknya cocok kalau dijadikan wisata mistis, katanya Bandung mau mengembangkan objek wisata mistis dan salah satunya bangunan-bangunan tua di sekitar Pangalengan patut diperhitungkan juga. Ah kita lihat aja nanti, takut diprotes ulama setempat. Ya, sekelumit perjalanan panjang mengenai daerah Pangalengan. Untuk Anda orang Bandung dan sekitarnya cobalah bermain-main ke Pangalengan! Ga kalah seru lo dengan Ciwidey, sekali lagi objek wisata Pangalengan yang sangat saya rekomendasikan untuk dikunjungi yaitu perkebunan teh Malabar, Pemandian air panas (di kaki Gunung Wayang), Situ Cileunca, Gunung Nini, Gunung Wayang, Wisata petik strawberi, Situ Cisanti, Taman makam dan monumen K.A.R Bosscha (masih di sekitar Malabar), Perkebunan The Cukul dan tentunya Pabrik Teh Malabar.

Agar lebih nikmat lagi bawa keluarga anda, bawa tiker lalu makan-makan deh. Wuww
mantapbzzzz!!

Sumber :
Cepi
http://wisata.kompasiana.com/group/jalan-jalan/2010/06/10/siapa-yang-tahu-pangalengan/
10 Juni 2010

Ikan Emas Ras Majalaya Makin Langka


Sejumlah penghobi memelihara ikan air tawar semakin kesulitan mencari benih ikan air emas ras Majalaya dari sentra produksi di Kec. Majalaya dan Kec. Ciparay, Kab. Bandung. Semakin terkikisnya usaha pembenihan ikan di kedua kecamatan tersebut, membuat produksi benih ikan emas menurun tajam sehingga benih ikan emas ras Majalaya sudah sangat sulit ditemukan.

Beberapa pencari ikan emas di Majalaya, Rabu (19/5) mengatakan, ikan emas ras Majalaya dikenali dari bentuknya yang kepalanya lebih kecil dengan punggung lebih tinggi dan ukurannya lebih pendek dibandingkan ikan emas biasa. Ikan emas ras Majalaya digemari karena kandungan dagingnya lebih banyak, walau dari produksi lebih lamban dibandingkan ikan emas biasa.

Kecamatan Ciparay dan Kecamatan Majalaya dikenal memiliki plasma nutfah ikan emas ras Majalaya, namun karena benihnya sudah sangat bercampur dengan ikan emas biasa menjadi produk langka. Pada sisi lain, usaha pembenihan ikan emas di kedua kecamatan itu kini semakin menurun, karena pemilik lahan lebih suka beralih ke usaha ikan lele dan dikembalikan menjadi sawah.

Anggota Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN), Muhamad Husen mengatakan, pelestarian sejumlah ikan air tawar plasma nutfah Jabar memang sudah mendesak. Pada sisi lain, banyak pula permintaan dari konsumen yang mencari ikan-ikan langka, seperti tawes, ikan ras majalaya, beureum panon, dll. (A-81/das)***


Sumber :
http://www.pikiran-rakyat.com/node/113897
20 Mei 2010

Soreang


View Larger Map

Soreang adalah ibukota dari Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Di Soreang terletak pusat pemerintahan Kabupaten Bandung, setelah pemindahan dari Kota Bandung dan Baleendah.

Soreang merupakan salah satu titik sentral transportasi di Bandung selatan. Terletak 18 km di sebelah selatan Kota Bandung, Daerah ini merupakan penghubung antara Kota Bandung dan Ciwidey. Meski jarak dari Kota Bandung cukup dekat, anda yang berkendara dengan menggunakan mobil butuh waktu lebih dari satu jam untuk mencapai kota ini. Hal ini dikarenakan kemacetan yang akut di sepanjang ruas jalan menuju kota ini, terutama di daerah Kopo Sayati dan Kawasan industri di Katapang. Kemacetan inilah yang menyebabkan Soreang kurang berkembang sebagai Kota Kabupaten. Pada zaman penjajahan Belanda, dibangun rel kereta api yang melintasi kota ini untuk mengangkut hasil perkebunan teh dari Ciwidey. Jalur rel ini tersambung dengan jalur rel kereta api di Kota Bandung. Namun sekarang, jalur ini sudah tidak dipakai lagi. Soreang juga merupakan sentra konveksi terbesar di Kabupaten Bandung.

Di Soreang terdapat Stadion si Jalak Harupat yang merupakan salah satu stadion terbesar di Indonesia. Stadion ini merupakan Homebase dari Persikab Kabupaten Bandung, yang berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia, dan tim sekotanya Persib Bandung yang bermain di Liga Super Indonesia musim 2009/2010.

Pusat kegiatan penduduk di Soreang lebih terpusat di Kota Soreang dan sekitarnya. Pada akhir pekan, biasanya terdapat pasar tumpah di kawasan Jalan terusan Al-Fathu di sebelah selatan kompleks Pemkab Bandung yang selalu dipadati warga kota. Setiap tahun, di Soreang juga sering diadakan Pameran kesenian dan kreativitas yang diselenggarakan oleh Pemkab Bandung dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Bandung. Biasanya pameran ini bertempat di Lapangan Terminal Cingcin Jalan Gading Tutuka.

Seiring dengan perkembangan zaman, Soreang mulai berbenah diri. Meski perkembangannya dirasa sangat lambat dibanding kota-kota kabupaten lain di Jawa Barat, perlahan-lahan Soreang mulai berubah. Pembuatan ruas-ruas jalan baru, penataan PKL dan kawasan pedestrian kota, pembangunan Rumah Sakit yang representatif, sarana olahraga yang memadai, dan fasilitas-fasilitas umum terus dibangun untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat Soreang dan sekitarnya. Dengan segera dibangunnya Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (soroja) yang menghubungkan Kota Bandung langsung ke Soreang, diharapkan kawasan Soreang dan sekitarnya dapat berkembang lebih cepat dan pembangunan kota dapat berjalan lebih baik.


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Soreang,_Bandung